Tampilkan postingan dengan label CSS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CSS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 November 2017

Firewall



A. Firewall

B. Pendahuluan

    Latar Belakang

    Kurangnya pengetahun tentang Firewall
    Tujuan
    Mengetahui tentang Firewall
    Hasil yang diharapkan
    Mengetahui tentang Firewall

C. Alat dan Bahan

    Komputer
    Referensi

D. Jangka Waktu Pelaksanaan
Dilaksanakan tanggal 30 Juni 2017 pukul 09.30-10.45

E. Pembahasan

Firewall atau tembok api adalah suatu sistem yang dirancang untuk mencegah akses yang tidak diinginkan dari atau kedalam suatu jaringan internal.

Firewall bekerja dengan cara melacak dan mengendalikan jalannya data serta memutuskan aksi untuk melewatkan (pass), menjatuhkan (drop), menolak (reject), mengenkripsi atau melakukan pencatatan aktivitas (log) data. Firewall menjamin agar data sesuai dengan aturan (rule) yang terdapat di dalam kebijakan keamanannya (security policy) yaitu seperangkat aturan yang telah didefinisikan di dalam keamanan jaringan internal.Umumnya, sebuah firewalli diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.

Firewall digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi kenyataan.

Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut

1). Personal Firewall: persoal firewall dirancang untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya. Bahkan beberapa produkfirewall lainnya dilengkapi dengan fungsi pendeteksian gangguan keamanan jaringan (Intrusion Detection System). Contoh dari firewall jenis ini adalah Microsoft Windows Firewall (yang telah terintegrasi dalam sistem operasi Windows XP Service Pack 2, Windows Vista dan Windows Server 2003 Service Pack 1), Symantec Norton Personal Firewall, Kerio Personal Firewall, dan lain-lain. Personal Firewall secara umum hanya memiliki dua fitur utama, yakni Packet Filter Firewall dan Stateful Firewall.

2).Network Firewall: Network Firewall dirancang untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Contoh dari firewall  ini adalah Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dalam keluarga sistem operasi Unix BSD, serta SunScreen dari Sun Microsystems, Inc. yang dibundel dalam sistem operasi Solaris. Network Firewall secara umum memiliki beberapa fitur utama, yakni apa yang dimiliki oleh tembok api personal (packet filter tembok api dan stateful tembok api), Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.

Secara mendasar, Firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
1). Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
Fungsi pertama yang dapat dilakukan oleh Firewall adalah mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat atau komputer yang dilindungi oleh tembok api.

2).Proses inspeksi paket
Inspeksi paket (packet inspection) merupakan proses yang dilakukan oleh Firewall untuk ‘menghadang’ dan memproses data dalam sebuah paket untuk menentukan bahwa paket tersebut diizinkan atau ditolak, berdasarkan kebijakan akses (access policy) yang diterapkan oleh seorang administrator. Firewall, sebelum menentukan keputusan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi dari luar, ia harus melakukan inspeksi terhadap setiap paket (baik yang masuk ataupun yang keluar) di setiap antarmuka dan membandingkannya dengan daftar kebijakan akses. Inspeksi paket dapat dilakukan dengan melihat elemen-elemen berikut, ketika menentukan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi:
Alamat IP dari komputer sumber
Port sumber pada komputer sumber
Alamat IP dari komputer tujuan
Port tujuan data pada komputer tujuan
Protokol IP
Informasi header-header yang disimpan dalam paket

3).Stateful Packet Inspection
Ketika sebuah Firewall menggabungkan stateful inspection dengan packet inspection, maka firewall tersebut dinamakan dengan Stateful Packet Inspection (SPI). SPI merupakan proses inspeksi paket yang tidak dilakukan dengan menggunakan struktur paket dan data yang terkandung dalam paket, tetapi juga pada keadaan apa host-host yang saling berkomunikasi tersebut berada. SPI mengizinkan tembok api untuk melakukan penapisan tidak hanya berdasarkan isi paket tersebut, tetapi juga berdasarkan koneksi atau keadaan koneksi, sehingga dapat mengakibatkan tembok api memiliki kemampuan yang lebih fleksibel, mudah diatur, dan memiliki skalabilitas dalam hal penapisan yang tinggi.

3). Melakukan autentikasi terhadap akses
Fungsi fundamental tembok api yang kedua adalah tembok api dapat melakukan autentikasi terhadap akses.

Protokol TCP/IP dibangun dengan premis bahwa protokol tersebut mendukung komunikasi yang terbuka. Jika dua host saling mengetahui alamat IP satu sama lainnya, maka mereka diizinkan untuk saling berkomunikasi. Pada awal-awal perkembangan Internet, hal ini boleh dianggap sebagai suatu berkah. Tapi saat ini, di saat semakin banyak yang terhubung ke Internet, mungkin kita tidak mau siapa saja yang dapat berkomunikasi dengan sistem yang kita miliki.
Karenanya, tembok api dilengkapi dengan fungsi autentikasi dengan menggunakan beberapa mekanisme autentikasi, sebagai berikut:

a).Tembok api dapat meminta input dari pengguna mengenai nama pengguna (user name) serta kata kunci (password). Metode ini sering disebut sebagai extended authentication atau xauth. Menggunakan xauth pengguna yang mencoba untuk membuat sebuah koneksi akan diminta input mengenai nama dan kata kuncinya sebelum akhirnya diizinkan oleh Firewall. Umumnya, setelah koneksi diizinkan oleh kebijakan keamanan dalam firewall, tembok api pun tidak perlu lagi mengisikan input password dan namanya, kecuali jika koneksi terputus dan pengguna mencoba menghubungkan dirinya kembali.
b).Metode kedua adalah dengan menggunakan sertifikat digital dan kunci publik. Keunggulan metode ini dibandingkan dengan metode pertama adalah proses autentikasi dapat terjadi tanpa intervensi pengguna. Selain itu, metode ini lebih cepat dalam rangka melakukan proses autentikasi. Meskipun demikian, metode ini lebih rumit implementasinya karena membutuhkan banyak komponen seperti halnya implementasi infrastruktur kunci publik.
c).Metode selanjutnya adalah dengan menggunakan Pre-Shared Key (PSK) atau kunci yang telah diberitahu kepada pengguna. Jika dibandingkan dengan sertifikat digital, PSK lebih mudah diimplenentasikan karena lebih sederhana, tetapi PSK juga mengizinkan proses autentikasi terjadi tanpa intervensi pengguna. Dengan menggunakan PSK, setiap host akan diberikan sebuah kunci yang telah ditentukan sebelumnya yang kemudian digunakan untuk proses autentikasi. Kelemahan metode ini adalah kunci PSK jarang sekali diperbarui dan banyak organisasi sering sekali menggunakan kunci yang sama untuk melakukan koneksi terhadap host-host yang berada pada jarak jauh, sehingga hal ini sama saja meruntuhkan proses autentikasi. Agar tercapai sebuah derajat keamanan yang tinggi, umumnya beberapa organisasi juga menggunakan gabungan antara metode PSK dengan xauth atau PSK dengan sertifikat digital.

4). Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
Salah satu tugas firewall adalah melindungi sumber daya dari ancaman yang mungkin datang. Proteksi ini dapat diperoleh dengan menggunakan beberapa pengaturan peraturan akses (access control), penggunaan SPI, application proxy, atau kombinasi dari semuanya untuk mengamankan host yang dilindungi supaya tidak dapat diakses oleh host-host yang mencurigakan atau dari lalu lintas jaringan yang mencurigakan. Meskipun demikian, tembok api bukan satu-satunya metode proteksi teraman terhadap sumber daya, dan mempercayakan proteksi tembok api dari ancaman secara eksklusif adalah salah satu kesalahan fatal.

Jika sebuah host yang menjalankan sistem operasi tertentu yang memiliki lubang keamanan yang belum ditambal dikoneksikan ke Internet, firewall mungkin tidak dapat mencegah dieksploitasinya host tersebut oleh host-host lainnya, khususnya jika exploit tersebut menggunakan lalu lintas yang oleh firewall telah diizinkan (dalam konfigurasinya). Sebagai contoh, jika sebuah packet-inspection tembok api mengizinkan lalu lintas HTTP ke sebuah web server yang menjalankan sebuah layanan web yang memiliki lubang keamanan yang belum ditambal, maka seorang pengguna yang “iseng” dapat saja membuat exploit untuk meruntuhkan web server tersebut karena memang web server yang bersangkutan memiliki lubang keamanan yang belum ditambal.

Dalam contoh ini, web server tersebut akhirnya mengakibatkan proteksi yang ditawarkan oleh tembok api menjadi tidak berguna. Hal ini disebabkan oleh firewall tidak dapat membedakan antara request HTTP yang mencurigakan atau tidak. Apalagi, jika firewall yang digunakan bukan application proxy. Oleh karena itulah, sumber daya yang dilindungi haruslah dipelihara dengan melakukan penambalan terhadap lubang-lubang keamanan, selain tentunya dilindungi oleh tembok api.

Cara kerja packet filter Firewall
Packet-filtering router juga dapat dikonfigurasikan agar menghentikan beberapa jenis lalu lintas jaringan dan tentu saja mengizinkannya. Umumnya, hal ini dilakukan dengan mengaktifkan/menonaktifkan port TCP/IP dalam sistem Firewall. Sebagai contoh, port 25 yang digunakan oleh Protokol SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) umumnya dibiarkan terbuka oleh beberapa Firewall untuk mengizinkan surat elektronik dari Internet masuk ke dalam jaringan privat, sementara port lainnya seperti port 23 yang digunakan oleh Protokol Telnet dapat dinonaktifkan untuk mencegah pengguna Internet untuk mengakses layanan yang terdapat dalam jaringan privat tersebut. Firewall juga dapat memberikan semacam pengecualian (exception) agar beberapa aplikasi dapat melewati tembok api tersebut. Dengan menggunakan pendekatan ini, keamanan akan lebih kuat tetapi memiliki kelemahan yang signifikan yakni kerumitan konfigurasi terhadap tembok api: daftar Access Control List firewall akan membesar seiring dengan banyaknya alamat IP, nama domain, atau port yang dimasukkan ke dalamnya, selain tentunya juga exception yang diberlakukan.

Circuit Level Gateway
Cara kerja circuit level firewall
Firewall jenis lainnya adalah Circuit-Level Gateway, yang umumnya berupa komponen dalam sebuah proxy server. Firewall jenis ini beroperasi pada level yang lebih tinggi dalam model referensi tujuh lapis OSI (bekerja pada lapisan sesi/session layer) daripada Packet Filter Firewall. Modifikasi ini membuat tembok api jenis ini berguna dalam rangka menyembunyikan informasi mengenai jaringan terproteksi, meskipun tembok api ini tidak melakukan penyaringan terhadap paket-paket individual yang mengalir dalam koneksi.

Dengan menggunakan Firewall jenis ini, koneksi yang terjadi antara pengguna dan jaringan pun disembunyikan dari pengguna. Pengguna akan dihadapkan secara langsung dengan firewall pada saat proses pembuatan koneksi dan tembok api pun akan membentuk koneksi dengan sumber daya jaringan yang hendak diakses oleh pengguna setelah mengubah alamat IP dari paket yang ditransmisikan oleh dua belah pihak. Hal ini mengakibatkan terjadinya sebuah sirkuit virtual (virtual circuit) antara pengguna dan sumber daya jaringan yang ia akses.

Firewall ini dianggap lebih aman dibandingkan dengan Packet-Filtering Firewall, karena pengguna eksternal tidak dapat melihat alamat IP jaringan internal dalam paket-paket yang ia terima, melainkan alamat IP dari firewall.

Application Level Firewall
Application Level Firewall (disebut juga sebagai application proxy atau application level gateway). Tembok api jenis lainnya adalah Application Level Gateway (atau Application-Level Firewall atau sering juga disebut sebagai Proxy Firewall), yang umumnya juga merupakan komponen dari sebuah proxy server. Firewall ini tidak mengizinkan paket yang datang untuk melewati tembok api secara langsung. Tetapi, aplikasi proxy yang berjalan dalam komputer yang menjalankan tembok api akan meneruskan permintaan tersebut kepada layanan yang tersedia dalam jaringan privat dan kemudian meneruskan respons dari permintaan tersebut kepada komputer yang membuat permintaan pertama kali yang terletak dalam jaringan publik yang tidak aman.

Umumnya, Firewall jenis ini akan melakukan autentikasi terlebih dahulu terhadap pengguna sebelum mengizinkan pengguna tersebut untuk mengakses jaringan. Selain itu, Firewall ini juga mengimplementasikan mekanisme auditing dan pencatatan (logging) sebagai bagian dari kebijakan keamanan yang diterapkannya. Application Level Firewall juga umumnya mengharuskan beberapa konfigurasi yang diberlakukan pada pengguna untuk mengizinkan mesin klien agar dapat berfungsi. Sebagai contoh, jika sebuah proxy FTP dikonfigurasikan di atas sebuah application layer gateway, proxy tersebut dapat dikonfigurasikan untuk mengizinlan beberapa perintah FTP, dan menolak beberapa perintah lainnya. Jenis ini paling sering diimplementasikan pada proxy SMTP sehingga mereka dapat menerima surat elektronik dari luar (tanpa menampakkan alamat e-mail internal), lalu meneruskan e-mail tersebut kepada e-mail server dalam jaringan. Tetapi, karena adanya pemrosesan yang lebih rumit, tembok api jenis ini mengharuskan komputer yang dikonfigurasikan sebagai application gateway memiliki spesifikasi yang tinggi, dan tentu saja jauh lebih lambat dibandingkan dengan packet-filter Firewall.

Firewall NAT
NAT (Network Address Translation) Firewall secara otomatis menyediakan proteksi terhadap sistem yang berada di balik Firewall karena NAT Firewall hanya mengizinkan koneksi yang datang dari komputer-komputer yang berada di balik tembok api. Tujuan dari NAT adalah untuk melakukan multiplexing terhadap lalu lintas dari jaringan internal untuk kemudian menyampaikannya kepada jaringan yang lebih luas (MAN, WAN atau Internet) seolah-olah paket tersebut datang dari sebuah alamat IP atau beberapa alamat IP. NAT Firewall membuat tabel dalam memori yang mengandung informasi mengenai koneksi yang dilihat oleh tembok api. Tabel ini akan memetakan alamat jaringan internal ke alamat eksternal. Kemampuan untuk menaruh keseluruhan jaringan di belakang sebuah alamat IP didasarkan terhadap pemetaan terhadap port-port dalam NAT firewall.

Firewall stateful
Cara kerja stateful firewall
Stateful Firewall merupakan sebuah tembok api yang menggabungkan keunggulan yang ditawarkan oleh packet-filtering firewall, NAT Firewall, Circuit-Level Firewall dan Proxy Firewall dalam satu sistem. Stateful Firewall dapat melakukan filtering terhadap lalu lintas berdasarkan karakteristik paket, seperti halnya packet-filtering firewall, dan juga memiliki pengecekan terhadap sesi koneksi untuk meyakinkan bahwa sesi koneksi yang terbentuk tersebut diizinlan. Tidak seperti Proxy Firewall atau Circuit Level Firewall, Stateful Firewall umumnya didesain agar lebih transparan (seperti halnya packet-filtering firewall atau NAT firewall). Tetapi, stateful tembok api juga mencakup beberapa aspek yang dimiliki oleh application level firewall, sebab ia juga melakukan inspeksi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (application layer) dengan menggunakan layanan tertentu. Tembok api ini hanya tersedia pada beberapa tembok api kelas atas, semacam Cisco PIX. Karena menggabungkan keunggulan jenis-jenis tembok api lainnya, stateful tembok api menjadi lebih kompleks.

Firewall virtual
Virtual tembok api adalah sebutan untuk beberapa tembok api logis yang berada dalam sebuah perangkat fisik (komputer atau perangkat tembok api lainnya). Pengaturan ini mengizinkan beberapa jaringan agar dapat diproteksi oleh sebuah tembok api yang unik yang menjalankan kebijakan keamanan yang juga unik, cukup dengan menggunakan satu buah perangkat. Dengan menggunakan tembok api jenis ini, sebuah ISP (Internet Service Provider) dapat menyediakan layanan tembok api kepada para pelanggannya, sehingga mengamankan lalu lintas jaringan mereka, hanya dengan menggunakan satu buah perangkat. Hal ini jelas merupakan penghematan biaya yang signifikan, meski tembok api jenis ini hanya tersedia pada tembok api kelas atas, seperti Cisco PIX 535.

Firewall transparan
Transparent Firewall (juga dikenal sebagai bridging firewall) bukanlah sebuah tembok api yang murni, tetapi ia hanya berupa turunan dari stateful Firewall. Daripada firewall-firewall lainnya yang beroperasi pada lapisan IP ke atas, transparent tembok api bekerja pada lapisan Data-Link Layer, dan kemudian ia memantau lapisan-lapisan yang ada di atasnya. Selain itu, transparent tembok api juga dapat melakukan apa yang dapat dilakukan oleh packet-filtering firewall, seperti halnya stateful firewall dan tidak terlihat oleh pengguna (karena itulah, ia disebut sebagai Transparent Firewall).

Intinya, transparent tembok api bekerja sebagai sebuah bridge yang bertugas untuk menyaring lalu lintas jaringan antara dua segmen jaringan. Dengan menggunakan transparent tembok api, keamanan sebuah segmen jaringan pun dapat diperkuat, tanpa harus mengaplikasikan NAT Filter. Transparent Firewall menawarkan tiga buah keuntungan, yakni sebagai berikut:

Konfigurasi yang mudah (bahkan beberapa produk mengklaim sebagai “Zero Configuration”). Hal ini memang karena transparent firewall dihubungkan secara langsung dengan jaringan yang hendak diproteksinya, dengan memodifikasi sedikit atau tanpa memodifikasi konfigurasi tembok api tersebut. Karena ia bekerja pada data-link layer, pengubahan alamat IP pun tidak dibutuhkan. Tembok api juga dapat dikonfigurasikan untuk melakukan segmentasi terhadap sebuah subnet jaringan antara jaringan yang memiliki keamanan yang rendah dan keamanan yang tinggi atau dapat juga untuk melindungi sebuah host, jika memang diperlukan.
Kinerja yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh tembok api yang berjalan dalam lapisan data-link lebih sederhana dibandingkan dengan tembok api yang berjalan dalam lapisan yang lebih tinggi. Karena bekerja lebih sederhana, maka kebutuhan pemrosesan pun lebih kecil dibandingkan dengan tembok api yang berjalan pada lapisan yang tinggi, dan akhirnya performa yang ditunjukannya pun lebih tinggi.
Tidak terlihat oleh pengguna (stealth). Hal ini memang dikarenakan Transparent Firewall bekerja pada lapisan data-link, dan tidak membutuhkan alamat IP yang ditetapkan untuknya (kecuali untuk melakukan manajemen terhadapnya, jika memang jenisnya managed firewall). Karena itulah, transparent firewall tidak dapat terlihat oleh para penyerang. Karena tidak dapat diraih oleh penyerang (tidak memiliki alamat IP), penyerang pun tidak dapat menyerangnya

F.Hasil yang didapatkan
Mengetahui tentang Firewall

G. Kesimpulan
Firewall atau tembok api adalah suatu sistem yang dirancang untuk mencegah akses yang tidak diinginkan dari atau kedalam suatu jaringan internal.

H. Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Tembok_api

Rabu, 23 Agustus 2017

Belajar CSS 9 : Mengenal Position CSS

23/08/2017



BELAJAR CSS MENGENAL POSITION
MUHAMMAD FAISAL ~ Position pada CSS berfungsi untuk mengatur posisi element HTML. Terkadang kita ingin menempatkan posisi element satu dengan yang lain. Maka dengan menggunakan properti Position ini kita dapat menentukan posisi element sesuai keinginan kita.

Adapun beberapa properti CSS yang dapat digunakan posisi element adalah
static
relative
fixed
absolute
secara umum untuk membuat posisi atau menetapkan posisi sebuah element kita pasti menggunakan property css lainnya seperti mengatur top, left, bottom, right untuk menetapan posisi sebuah element. tetapi property tersebut tidak akan bekerja jika position belum di atur terlebih dahulu. karena property lain tergantung dengan position yang di tetapkan.

STATIC
Position Static digunakan untuk mengatur posisi element menjadi statis secara default. Element akan mengganti posisi normal secara default. Berikut contoh pengunaan Position Static.


RELATIVE
Sebuah element HTML yang menggunakan position relative akan terletak pada posisi normal.





FIXED
Sebuah element HTML yang disetting dengan position fixef akan memiliki sifat tetap. Tidak ada perubahan bahkan ketika halaman website di scroll. Berlaku pengaturan left, bottom, top dan right pada position fixed. Sebagai contoh Navigation Bar pada blog ini menggunakan position fixed.





ABSOLUTE
Element HTML yang menggunakan position absolute akan tertimpa dengan element lain. Absoulte adalah salah satu properti position CSS yang sangat berguna. Salah satunya adalah untuk membuat menu dropdown




KESIMPULAN
Dengan adanya properti Position ini dapat mempermudah kita dalam mengatur Posisi Pada CSS. Dapat kita kembangkan sendiri penggunaan properti CSS sesuai keinginan kita. Yap sampai sini saja tutorial Belajar CSS Kali ini, jika ada pertanyaan silahkan berikan komentar, Sekian Terima Kasih


Referensi : Malas Ngoding

Selasa, 22 Agustus 2017

Belajar CSS 8: Mengatur Format text di CSS

22/08/2017

MUHAMMAD FAISAL ~ MENGATUR FORMAT TEXT DENGAN CSS
Pada tutor kali ini akan dijelaskan bagaimana cara mengatur format text dengan tujuan agar text dapat kita atur sesuai dengan keinginan kita dan kebutuhan kita. Contohnya untuk mengatur text menjadi justify atau kita kenal dengan sebutan rata kiri rata kanan, mengatur jarak indent text, mengatur huruf menjadi uppercase atau huruf besar, huruf kecil, warna text dan juga mengatur dekorasi atau design pada text. Silahkan simak penjelasanya berikut untuk mengatur format text

Adapun syntax yang digunakan untuk mengatur format text diantaranya :
color : Berfungsi untuk mengatur warna text value dapat diisi dengan nama warna atau kode warna
text-align : Digunakan untuk mengatur align atau rata text, value yang bisa diisi diantaranya adalah left untuk mengatur text rata kiri, right untuk mengatur text rata kanan, center untuk mengatur text rata tengah, justify untuk mengatur text rata kanan dan rata kiri
text-decoration : Digunakan untuk mengatur dekorasi text, value yang bisa diisi diantaranya adalah none agar text tidak memiliki dekorasi, overline untuk memberikan garis diatas text, line-trough untuk membuat garis yang mencoreng pada text, dan underline untuk membuat garis bawah pada text
text-transform : Digunakan untuk mengatur huruf kapital pada text, valuenya diantara lain uppercase untuk membuat text menjadi huruf besar, lowercase untuk membuat text menjadi huruf kecil, dan capitalize untuk membuat semua huruf awal pada tiap kata menjadi huruf besar
text-indent : Untuk mengatur jarak alinea pada text, valuenya dapat diisi dengan nilai pixel atau yang lain sesuai kebutuhan
text-spacing : Untuk mengatur jarak antar karakter pada text, valuenya dapat diisi nilai pixel
word-spacing : Untuk mengatur jarak antar kata pada text, valuenya dapat diisi dengan nilai pixel
line-height : Untuk mengatur ajrak antar baris pada text valuenya dapat diisi dengan nilai pixel
text-shadow : Digunakan untuk mengatur efek bayangan pada text, value pertama diisi dengan jarak pixel kiri kanan, kedua jarak pixel atas bawah, ketiga mengatur ketebalan bayangan dan keempat mengisi warna. Untuk contoh penulisanya 2px 3px 2px black
vertical-align : Digunakan untuk mengatur align dalam bentuk vertikal pada text, value yang digunakan adalah left untuk mengatur text rata kiri, right mengatur text rata kanan, center mengatur text rata tengah

CONTOH CARA MENGATUR FORMAT TEXT CSS
Akan saya contohkan bagaimana cara mengatur format text dengan CSS. Ketik script dibawah usahak jangan Copas agar sobat bisa paham dengan kode syntaxnya.


KESIMPULAN
Untuk mengatur sebuah format text saya rasa tidak terlalu susah tetapi membutuhkan kreatifitas dan pemahaman. Dapat kita lihat pada script diatas fungsi dari tiap kode syntax dan valuenya. Jika ada kesulitan silahkan berikan komentar, Sekian Terima Kasih


REFENFI : WWW.W3IM.COM


Senin, 21 Agustus 2017

Belajar CSS 7 : Mengatur Hyperlink Dengan CSS

19/08/2017


MUHAMMAD FASAISAL ~ MENGATUR HYPERLINK DENGAN CSS
Hyperlink merupakan link yang berguna untuk mengaralihkan halaman ketika link diklik. Hyperlink ini dibuat menggunakan tag <a> dan diakhiri dengan </a> . Untuk mengatur hyperlink dengan CSS bisa saya katakan cukup mudah. Pada tutor kali ini akan dijelaskan tentang cara mengatur hyperlink dengan CSS, mulai dari merubah warnanya ketika link diklik dan sebagainya.

Ada empat status yang di miliki oleh hyperlink html dan bisa di manipulasi dengan menggunakan css. yaitu :
link         : Merupakan link aktif biasa.
visited     : Merupakan status sebuah link yang telah di kunjungi.
hover      : Merupakan status sebuah link ketika kursor diarahkan pada link maka gayanya akan berubah
active     : Merupakan status sebuah link atau hyperlink pada saat sudah di klik.
Untuk penggunaan atau pemanggilan hyperlink menurut statusnya dapat di tulis dengan syntax:
a:link = Merupakan status sebuah link biasa
a:visited = Merupakan status sebuah link yang telah di kunjungi.
a:hover = Merupakan status sebuah link ketika kursor diarahkan pada link maka gayanya akan berubah
a:active = Merupakan status sebuah link atau hyperlink pada saat sudah di klik.
Berikut ini adalah contoh mengatur hyperlink dengan CSS.





Tampilan Awal

ketika cursor di arah kan kepada link



  Itulah contoh mengatur hyperlink dengan CSS. Dapat sobat lihat sendiri dan apa perbedaan dari setiap syntax diatas. Sebagai bonus :v saya buat juga tutorial membuat button sederhana dengan CSS





KESIMPULAN
Perlu diperhatikan Saat penulisan CSS untuk beberapa kondisi link harus memperhatikan urutan. Yaitu hover harus ditulis setelah link dan visited, kemudian active harus ditulis setelah hover.
Jika ada pertanyaan silahkan berikan komentar dan nantikan tutorial Belajar CSS berikutnya hanya di Script_Kiddies . Sekian Terima Kasih


REFENSI  : http://www.script-kiddies.org

Sabtu, 19 Agustus 2017

Belajar CSS 6 : Mengatur Font Dengan CSS

18/08/2017

MUHAMMAD FAISAL ~ Assalamualaikum.wr.wb

Belajar mengatur font pada css
Pada tutorial Belajar CSS Mengatur Font Dengan CSS ini akan dijelaskan tentang cara pengaturan font pada CSS. Misalnya seperti merubah jenis font, merubah warna font, merubah style atau gaya font, membuat ketebalan font dan lain - lain.

Beberapa syntax CSS yang berfungsi untuk mengatur font
  • font-size : Untuk mengatur ukuran font
  • font-color : Untuk mengatur warna font
  • font-family : Untuk mengatur jenis font
  • font-style : Untuk mengatur gaya font
  • font-weight : Untuk mengatur ketebalan font
Berikut adalah contoh penggunaan Font pada CSS


Font.html

font.css


hasil seper berikut

Untuk menghemat waktu saya menggunakan "color" untuk merubah warna font, dan dapat kita lihat fungsi dari masing - masing syntax diatas, font-size untuk mengatur ukuran font, font-style adalah untuk mengatur gaya font dapat kita lihat perbedaan antara ablique dan italic, font-weight agar font terlihat lebih tebal dan font-family untuk merubah jenis font seperti yang saya jelaskan diatas.

REFENSI
  • WWW.W3IM.com


Jumat, 18 Agustus 2017

CSS 5 : Pandding di css

15/08/2017


Muhammad Faisal ~ Padding adalah sebutan untuk spasi atau ruang diantara konten dan border. Gambar CSS Box Model berikut bisa menjelaskan dimana letak padding ini.
Seperti yang terlihat, padding berada diantara konten utama dengan border. Jadi, kenapa saya membahas border dulu sebelum padding? Ini karena untuk dapat melihat efek padding, kita harus menggunakan border. Tanpa border, padding akan susah untuk dilihat.


  • padding-top : Mengatur jarak bagian dalam pada sisi sebelah atas elemen
  • padding-bottom : Mengatur jarak bagian dalam pada sisi sebelah bawah elemen
  • padding-left : Mengatur jarak bagian dalam pada sisi sebelah kiri elemen
  • padding-right : Mengatur jarak bagian dalam pada sisi sebelah kanan elemen
Jika ingin mengatur jarak pada sisi bawah bagian atas,bawah,kiri,kanan sobat cukup menggunakan syntax "padding" . Berikut contoh penggunaan syntax Padding.



yang ini saya sampai kan semoga bermanfaat
Penggunaanya sama seperti margin tetapi dapat kita lihat apa perbedaanya ? yaitu margin dapat merubah jarak antara font dengan sisi bagian kiri dari kotak berwarna merah.

Kesimpulan
Dapat kita simpulkan bahwa Padding berfungsi untuk mengatur jarak luar elemen dan padding mengatur jarak dalam elemen. Dua syntax CSS tersebut sangat penting kita pahami agar website yang kita buat nanti dapat terlihat menarik dan terstruktur alias tidak acak-acakan.

Referensi
  • http://gustilubis.blogspot.co.id
  • www.w3im.com
yang ini saya sampai kan semoga bermanfaat